Kata sambutan dari Priyanto Sunarto


AKSARA LATIN DI INDONESIA
Cuplikan tulisan Priyanto Sunarto (Bandung, Oktober 2004) terhadap pameran kekayaan aksara Nusantara di Museum Nasional Jakarta tahun 2004.

Induk yang sama

Dalam wacana aksara lama menghadapi aksara Latin muncul kesan seakan saat ini kita dijajah aksara orang Barat. Padahal aksara Latin maupun aksara yang berkembang di Nusantara berasal dari induk yang sama, aksara Phoenicia pada sekitar 1100 SM. Phoenicia bukan penemu huruf fonetik. Huruf fonetik sudah mulai digunakan di Asia kecil sejak 2000 SM. Mereka menyederhanakan dan membakukan bentuk huruf dan menulis satu arah. Mereka mebutuhkan komunikasi huruf yang baku dan mudah dipelajari untuk keperluan komunikasi perdagangan, karena itu populer dan meluas penggunaannya di sekitar Laut Tengah.

Huruf Phoenicia yang menggunakan sistem silabel (sukukata) berkembang ke berbagai wilayah menjadi aksara Yahudi, Arab. Kemudian menyebar lebih ke timur, India, Srilangka,Thailand hingga ke Nusantara. Menyempurnakan sistem aksara Phoenicia bangsa Yunani menyumbang huruf hidup pada sistem aksara demi kemudahan baca.

Untuk memantapkan jaringan informasi di daerah kekuasaannya yang luas sistem alfabet ini yang diambil orang Romawi menjadi huruf Latin. Selama 1500 tahun aksara Latin berkembang hingga ke bentuk lengkapnya: huruf besar, huruf kecil dan tanda baca. 500 tahun terakhir Aksara Latin makin kokoh dominasinya melalui pengembangan mesin cetak dan jenis hurufnya. Hingga hari ini ada lebih dari tujuhpuluhribu jenis huruf cetak yang diciptakan. Aksara Latin kemudian jadi aksara paling banyak digunakan di dunia saat ini.

Aksara dan azas manfaat

Kenapa saat ini Aksara Latin lebih populer dari aksara daerah? Jawabannya mungkin tak hanya satu. Pada awalnya aksara merupakan sesuatu yang “sakral” hanya boleh dimengerti para penguasa dan para dukun. Masih ada mitos bahwa membaca aksara suci oleh orang biasa bisa berakibat celaka. Kalau hanya kelompok kecil saja yang boleh baca-tulis tentu aksara tersebut tak bisa dipelajari dan dikembangkan secara meluas, penggunaannya jadi makin pudar.
Berbeda dengan contoh di atas, keluasan wilayah jajahan Romawi diikat melalui penggunaan aksara Latin. Aksara justru didorong untuk dipakai secara luas. Kekuasaan berperan dalam memaksa penggunaan bahasa komunikasi dan tanda (aksara) yang digunakan. Aksara Phoenicia populer karena digunakan untuk komunikasi perdagangan, dimana dibutuhkan media yang mudah dipelajari untuk digunakan bersama. Aksara Yunani sangat banyak dipakai terutama dalam naskah sastra dan filsafat. Kebutuhan dan ketertarikanlah yang memndorong orang membaca dan juga menulis aksara tertentu. Makin banyak yang menggunakan makin banyak yang berminat belajar.

Sekarang banyak papan nama jalan atau kantor di daerah menerapkan dua aksara: aksara Latin dan aksara daerah. Maksudnya tentu sangat baik, untuk melestarikan budaya sendiri yang nyaris punah. Tetapi apakah cara demikian akan membuat orang ingin membaca aksara daerahnya? Kita akan mempelajari suatu aksara bila isi teksnya bermanfaat besar bagi diri kita, baik bernilai adiluhung, emosional, dan tentu saja sekaligus berguna untuk keperluan sehari-hari. Dengan demikian aksara tersebut lekat dengan mata dan tangan kita. Mungkin itulah kemenangan huruf Latin: dipakai secara luas untuk berbagai maksud, mudah dipelajari dan digunakan.

“Buku tipografi karya Surianto ini menyajikan bukan hanya aspek teknik, tapi juga merambah ke aspek estetik seperti observasi bentuk, identitas huruf dan berbagai kemungkinan kreatif olah huruf. Sebagai pendesain grafis Surianto memanfaatkan pemahamannya tentang perwajahan yang menarik secara visual agar mudah diikuti baik oleh mahasiswa maupun pembaca awam. Semoga buku ini memperkaya perbendaharaan literatur desain grafis di Indonesia.”

Priyanto Sunarto.
Doktor Seni Rupa dan Desain

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: