Archive for December, 2010|Monthly archive page

Konten, warna & font untuk brosur?

Matius Sasongko December 31 at 9:50am
Pak, saya sedang membuat desain brosur sekolah saya. Sebenarnya data2 apa saja yang harus menjadi prioritas untuk dimasukkan dalam brosur tersebut? Lalu berapa ukuran font yang ideal untuk brosur? Bagaimana cara menentukan warna dominan untuk brosur sekolah teknik? Mohon pencerahannya Pak. Terima kasih banyak. Merry Christmas n Happy New Year

Surianto Rustan December 31 at 10:42am
Data2 yang menjadi prioritas? ya harus ditilik lagi, apa tujuan STM Strada membuat brosur tersebut? apakah untuk mempromosikan tentang penerimaan murid baru? atau promosi fasilitasnya? atau apa? brosur itu kecil bentuknya, jadi harus fokus, tidak bisa semua maksud dimasukkan di situ, jadinya malah tidka fokus. Cari satu saja fokus yang ingin disampaikan, maka orang jadi lebih mudah mengerti pesannya.

Berapa ukuran font ideal untuk brosur? untuk judul pasti beda ukurannya untuk isi naskah, untuk judul biasanya besar2 karena tujuannya untuk menarik perhatian. sebelum mendesain, kmpulkan dulu teks yang ingin dicantumkan, lalu bikin urutan prioritas, misal: prioritas 1: judul, 2: nama acara, 3: lokasi, tanggal, pembicara, 4, 5, 6, dll. Prioritas 1 harus paling menarik, maka itu dibuat berukuran besar, warna yang mencolok, posisi yg strategis, prioritas 7 harus paling tidak menarik, karena hanya sbg info tambahan misalnya, jadi berukuran kecil sekali, dan ditempat yg kurang strategis, misal paling bawah halaman.

Jadi hirarki ini semacam memberitahu orang: “baca yg ini dulu ya, baru baca yang ini, lalu ke bawah sini, dst.”, dengan demikian tidak acak2an & kemungkinan pesan bisa ditangkap oleh pembaca dengan baik.

Warna dominan untuk brosur sekolah teknik? tidak ada peraturan sekolah teknik harus memakai warna A, atau B, sesuaikan saja dengan apa yang ingin disampaikan, apabila ingin menyampaikannya dengan gembira dan berjiwa muda, silahkan pakai warna2 warm, sebaliknya bila serius dan supaya terkesan profesional, mungkin pakai warna2 cool. Paling banyak orang menggunakan warna sesuai warna sekolahnya, kalau saya sih tidak menganjurkan demikian. Ini brosur, bukan kartu nama atau kop surat. brosur lebih untuk berpromosi & berkomunikasi dengan publik, sedangkan kartu nama atau kop surat harus sangat menggambarkan entitasnya termasuk pakai warna2 entitasnya.

Demikian Mas Matius Sasongko,

Mudah2an jawaban singkat ini bisa membantu,

Merry X-mas & Happ New Year 2011 juga!

Matius Sasongko December 31 at 10:50am
Terima kasih banyak Pak..

Logotype itu apa?

Eric Cahyo Yuwono December 26 at 9:20pm
slmt mlm om surianto om saya mau tnya logtype tu sebenrnya seperti apa se wujudnya

Surianto Rustan December 27 at 9:59pm
logotype itu dulu maknanya sama dengan logo. jadi logotype adalah bukan logo yang terdiri dari teks saja. logotype itu ya logo. logotype = logo. Istilah Logo itu adalah orang mempersingkat dari logotype.

Eric Cahyo Yuwono December 27 at 11:43pm
oh gtyu jdi singkatnya logotype adalah l;ogo yg berbentuk teks gtu

Surianto Rustan December 28 at 10:51am
yah banyak orang yang berpendapat begitu.

Eric Cahyo Yuwono December 28 at 3:29pm
oh gtu y om
trim infonya om

Pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa?

December 1 at 9:23pm
malam pak, saya mahasiswi dkv untar, waktu itu pernah ikut seminar bapak. saya mau tanya ttg graphic design pak. saya kan masih calon designer, dlm artian belum lulus S1, tp saya mau coba utk kerja di bidang design, untuk saat ini berniat freelance. tp saya tdk ada koneksi, dan pengetahuan saya jg blm banyak ttg branding. pak, kalau boleh tau, pertama kali memperkenalkan karya saya itu bgm ya? dan branding itu seperti membuat logo, layout, dsb nya ya? klo boleh tau, bagaimana ya pak kalau mau mulai kerja di bidang ini tp yang pas untuk mahasiswi design yang tgsna byk, bgm utk memulai, bgm cara mendpt koneksi, bs tdk kalau pkrjaannya itu dilakukan lewat media internet saja?

sori ya pak kalau banyak tny. =) thankyou buat penjlsn nya.
Rita.

Surianto Rustan
(Jawaban ini dijawab di sini karena tidak bisa dijawab langsung kepada penanya di Fb, karena penanya ternyata belum ‘friend’ Surianto Rustan, sehingga kolom untuk me-reply tidak tersedia, bahkan tidak diberi akses untuk melihat profil yang bersangkutan).

Sebaiknya untuk mahasiswa / pemula disarankan untuk mengerjakan proyek2 desain apa saja. tujuannya agar ada latihan/praktek yang sering dan terus-menerus. misalnya unit kegiatan mahasiswa mau mengadakan malam keakraban, kamu inisiatif membuatkan posternya, fliernya, undangannya, dll, atau muda-mudi gereja kamu mau mengadakan acara ziarah, segera inisiatif membuatkan promotional items-nya, atau tante kamu mau buka usaha toko kue, kamu buatkan brosurnya, iklannya, dll. seperti itu. Jadi yg dikejar adalah supaya kamu bisa latihan sebanyak-banyaknya tanpa terlebih dulu memikirkan bayarannya.

Karena profit itu tidak hanya uang. bagi pemula, profitnya berupa pengalaman, dapat channel/link, kalau desainmu bagus, bisa dapat promosi gratis dari klien mulut-ke-mulut. Koneksi dengan banyak klien dimulai di sini dan ingat, tidak ada yang instan! semuanya butuh proses, seperti seorang bayi/anak kecil, tidak bisa dipaksakan untuk langsung bisa jalan dan berlari, tapi apa? latihan, latihan, latihan.

Kita kebanyakan melihat orang lain setelah dia sukses (sekarang), tapi kita tidak tahu jatuh-bangun betapa keras usaha & perjuangannya (dulu). sekali lagi, tidak ada yang instan!

Mengenai promosi diri (termasuk personal branding), banyak hal yang bisa dilakukan. Tadi saya sudah terangkan yang pertama: inisiatif kerjakan proyek apa saja, sehingga makin banyak orang kenal kita, “oh, si Rita, yang jago desain itu ya?”,
kedua: bikin online portfolio, kumpulkan semua tugas & karya2mu, potret/scan, upload semua ke website, blog, forum, Fb, dll. cari aja yg gratisan seperti wordpress / deviant art, itu saja sudah cukup. Sehingga makin banyak orang tau tentang dirimu dan hasil karyamu.
ketiga buat kartu nama yang bagus, cetak yang banyak, sebarkan secara luas,
keempat, berkomunikasi secara sopan dan berhubungan baik dengan siapa saja, tunjukkan percaya dirimu (asal jangan keterlaluan), mana tau orang itu nantinya jadi klien kita?
kelima, belajar/kuliah yang rajin, jangan malu untuk bertanya dan belajar dari orang lain, dosen, teman yang jago, dan siapapun.
keenam, bergaul mengikuti kegiatan2 / event2 desain, seni rupa, dll, karena di situ kita akan ketemu dengan tokoh2 desainer / seni rupa, bahkan mungkin kita bisa belajar dari mereka. Ikuti seminar, talkshow, pameran, dll.

kalau kualitas desain dan kualitas pribadi kita bagus (termasuk berkomunikasi baik dengan orang lain, kinerja baik, rajin dll.), dengan sendirinya nanti uang menyusul masuk. jangan belum apa2 sudah mikirin uang terus padahal kemampuan desain masih nol, sikap & kinerja masih minus, malas, berpuas diri, kasar, keras kepala, dll. Jadi di bidang desain menurut saya sih tidak ada yang instan, tidak bisa disamakan dengan bidang perdagangan misalnya, jual beli mobil, tanah, jual beli hape/BB, buka toko, jual makanan, dll. Lha, bahkan kalau buka toko pun calon pembeli akan lari kalau si penjual/pelayannya ketus/kasar atau barang2nya berkualitas murah tapi dikasih harga mahal.

menganai pekerjaan yang dilakukan lewat media internet saja, saya pernah mengalami tapi sebatas proyek desain website. saya pernah mengalami tidak pernah berjumpa dengan sang klien, bahkan tandatangan kontrak saya datang ke kantornya tapi hanya bertemu dengan sekretarisnya :). jadi mungkin saja tapi hanya sebatas pekerjaan2 berskala kecil, sedangkan untuk pekerjaan2 besar seperti branding, dll, tatap muka dengan klien adalah sebuah keharusan.

Demikian jawaban singkat saya, mudah2an berguna bagi semua.

Salam suxes!

Surianto.

Langkah membuat logo?

Triden Tan November 11 at 7:12pm
pak, ad tmn saya minta desainin logo buat komunitas pecinta alam kampus nya
saya sekalian bljr simulasi jd desainer yg profesional ni
kira2 langkah2 apa aja yg harus saya lakukan ?
mohon masukannya

Surianto Rustan November 13 at 6:17am
hehehe bgs dah dpt poject πŸ™‚
pertama: riset
cari info sebanyak2nya siapa mereka, lingkungannya, dll. who, what, how, why, when, where, semacam ‘about us’ kalo di website. itu dulu.

Triden Tan November 13 at 7:41am
okee, sudah terlaksana!
hehe
kira2 kalo saya minta ap aj unusr logo yg mrka request atau minta masukan dr mrka stlh sktesa logo ny jadi, secara kode etik designer boleh ga ? hehe

Surianto Rustan November 14 at 7:45am
keep in mind that: yg paling tahu mengenai perusahaan / produk tsb. adalah si klien, sedangkan yg paling tahu mengenai desain adalah si desainer. jd kita kudu kasi solusi ke mereka soal desain, tapi sebelumnya kudu minta sebanyak2nya info soal company mereka.
jadi kalo minta masukan dari mereka soal desain rasanya kurang bijak, malah justru ngasih kesempatan bagi mereka untuk ikut campur masalah desain (ingat, saat ini semua orang merasa dirinya bisa desain, gara2 di otak mereka pikir desain itu ceplak-ceplok pake software dgn sgt mudah).

Triden Tan November 14 at 9:45am
ohh, oke.
brarti masing2 dgn kata lain designer hrus mnjaga independensi kmahirannya..hrus jaga profesionalitas bhw prancangan logo adl hak pregroratif sang designer, sang klien hny mmberi info. bkn bgtu ? hehe, bhsanya agak lebay

Perkembangan industri desain grafis?

Rio Marlyano October 9 at 9:44pm
Mas Rustan, apa kbr?
YM mas apa, sering aktif?

mas, menurut mas perkembangan dunia desain grafis di Indonesia gimana mas?
Thnks yah πŸ™‚ Keep Contacact

Surianto Rustan October 9 at 10:51pm
dari segi apanya Mas? luas bgt soalnya

Rio Marlyano October 9 at 11:00pm
segi perkembangan studio/perusahaan, sumber daya manusia??

thnks mas

Surianto Rustan October 9 at 11:04pm
perusahaan desain grafis? saya pikir terus berkembang Mas, masih sexy lah istilahnya. sumber daya manusianya ini yg kurang sexy, karena penghasilnya, yaitu sekolah2 desain, mutunya masih perlu dipertanyakan.

Rio Marlyano October 11 at 5:24am
ngomong2, ini link sebagian portfolio desain saya:
http://www.facebook.com/album.php?aid=2020149&id=1602524146#!/album.php?aid=2020149&id=1602524146
saya juga bisa buat CD interaktif, klo saya kasih link donlot nya entar lama komputer dan internet nya πŸ™‚ kapan2 saya kasih tunjukin dan mas rustan blh kasih komentar ko dari segi desain, tujuan, dll nya… Ooo ya mas rustan juga blh ko kasih komentar dari saya kasih link portfolio desain saya, hehehehe πŸ™‚

Makasih yah πŸ™‚

Surianto Rustan October 13 at 11:57am
ok, nanti saya liat2 ya

Rio Marlyano October 13 at 11:58am
Sip deh mas πŸ™‚
Makasih banyak

Keep Contact

Metodologi brand development? Brand equity? Brand value?

David Christian September 4 at 8:31pm
Malam pak Surya, saya david mahasiswa Esa unggul,
saya mau tanya pak..

Bagaimana cara berfikir dalam proses development (methodology- ny) sebuah brand identity ?

itu aja sih pak..klo lagi ngga sibuk mohon dikasih feedbacknya yahh pak…terimakasih pak Surya..

Surianto Rustan September 6 at 1:10am
maxud kamu tahapan kerjanya ato apa ya? kalo saya sih pake 3 tahap: 1. pengumpulan fakta, 2. cari strategi, 3. mendesain.
1. pengumpuan fakta (ini apa adanya, ga bisa diubah2): segala sesuatu tentang perusahaan/entitas tsb, produk, servis, visi misi, sejarah, pesaing, customer, manajemen, cara kerja, dll. juga interview dg klien tentang personality perusahaan / entitas itu.
2. cari strategi (ini desainer yg buat berdasarkan segala fakta tadi): swot, positioning, pemilihan media (item seperti kartu nama, kop surat, kwitansi, brosur, dll), pemilihan cara komunikasi, dll.
3. mendesain: mulai dari keywords / mindmapping, membuat sketsa, thumbnails, sampai logo jadi, layout sampai penerapannya di berbagai media.

gitu?

Surianto.

David Christian September 6 at 8:17pm
oohh gitu..iya pak terimakasihh yahh pak..
maaf jadi ngeropotin…

sekali lagi terima kasih pak..

David Christian September 7 at 8:47pm
oh iya pak surianto, saya boleh nanya lagi yah pak….

“Menurut pak surianto brand value itu apa yah? lalu bagaimana cara untuk membangun “Brand Value” kepada publik??

itu aj pak..kalau lagi ngga sibuk, ditunggu feedback ny pak…
terimakasih pak..

David Christian September 7 at 8:50pm
oh iya pak surianto satu lagi..

ap sama yah antara brand equity dan brand value itu???

terima kasih pak..maap jadi ngerepotin nh…

Surianto Rustan September 8 at 12:28am
btw kamu udah punya buku kamus brand? di situ lengkap tuh segala sesuatu istilah menyangkut brand. brand equity: seluruh keunggulan sebuah brand yang dikaitkan dengan reputasi finansialnya. Sebuah produk yg tingkat ekuitas brand-nya bagus memiliki daya saing yang kuat karena ia bisa menetapkan harga sendiri, contoh iPod bisa masang harga lebih tinggi daripada pesaing2nya tapi tetep pelanggannya mao beli.
Brand value: perkiraan / taksiran nilai finansial sebuah brand, misal: brand iPod nilainya 100 juta dolar amerika.
gitu.

David Christian September 9 at 10:41am
oohh gitu yahh…belum pak..oke pak nanti sya cari buku kamus brand..
makasih pak buat penjelasannya..

Klasifikasi huruf?

Hermansyah Muttaqin July 22 at 10:31am
Salam kenal. saat ini saya sedang menulis tesis tentang etiket merek dagang batik cap di kauman – surakarta periode 1940 – 1970. Bisakah mengklasifikasikan huruf2 tsb yg dibuat oleh seniman gambar otodidak berdasarkan tahun pembuatan? misal th 1940-an tren huruf dari jenis serif, tahun 1950an dari jenis sans serif, dsb…?

Surianto Rustan July 22 at 10:45am
kebetulan saat ini sy sedang menulis tentang tipografi dan saya sedang menyususn tahun pembuatan huruf2, tapi pembuat huruf ini kebanyakan dari eropa & amerika & tidak semuanya otodidak:
1940 Berkeley Old Style. Frederick W. Goudy
1948-1950 Palatino. Hermann Zapf
1950-1958 Optima. Hermann Zapf
1953 Mistral. Roger Excoffon
1953 Clarendon. Hermann Eidenbenz
1955 Courier. Howard Kettler
1960 Mojo. Jim Parkinson
1961 Eras. Albert Boton, Albert Hollenstein
1962 Eurostile. Aldo Novarese
1964-1967 Sabon. Jan Tschichold
1965 Impact. Geoffrey Lee
1965 Friz Quadrata. Ernst Friz
1965 ITC AMericana. Richard Isbell
1968 Frutiger. Adrian Frutiger
1970 Avant Garde. Herb Lubalin
1971 ITC Souvenir. Ed Benguiat
1974 Lubalin Graph. Herb Lubalin
1974 Bell Centennial. Matthew Carter
1974 ITC American Typewriter. Joel Kaden & Tony Stan
1978 Benguiat. Edward Benguiat
1979 Zapf Chancery. Hermann Zapf

Hermansyah Muttaqin July 22 at 10:51am
terima kasih atas infonya yang lengkap sekali. buku bapak termasuk salah satu dari referensi yang saya gunakan dalam penyusunan tesis ini. Tipografi yg digunakan dalam etiket merek dagang batik memang dibuat oleh seniman otodidak, yaitu si pengusaha batik sendiri atau percetakan yang mencetak etiket tersebut krn pada masa itu di indonesia belum ada profesi desainer grafis. makanya hurufnya susah dikelompokkan krn sesuai selera mereka, tdk berpatokkan pada aturan tipografi barat…

Surianto Rustan July 22 at 11:03am
ini klasifikasi typeface menurut Alexander Lawson (yg saya pakai dlm buku saya):
1200an Black letter
1400an Venetian
1500an Old style
1700an Transitional
1784an Modern
1800an Slab serif
1816an Sans Serif
sudah ada sejak dulu Script
1810an Decorative

semoga tesisnya sukses!

Hermansyah Muttaqin July 22 at 11:06am
Amiiin…terima kasih sekali informasi dan doanya pak. Saya tunggu nih bukunya terbit di solo…

Apa bedanya desainer otodidak sama yang sekolah?

Sani Wira Sanjaya June 18 at 10:50am
Oh iya Sir, mau nanya2 nih. Apa bedanya desainer otodidak sama yang sekolah? Apakah untuk menjadi seorang desainer (logo khususnya ), harus sekolah dulu?
Dan, referensi buku2 laen about logo ada ga sir?
Saya tunggu kreasi buku anda selanjutnya!!!
Hehehehe…

Surianto Rustan June 22 at 12:43pm
sejauh pengalaman saya, hanya lewat baca buku atau lihat karya orang lain efeknya tidak begitu dalam dibandingkan praktek melalui seorang ahli seperti dosen atau praktisi yang punya pengalaman kongkrit di bidangnya, jadi kalau punya kesempatan sekolah sebagai desainer saya pikir jauh lebih baik.

mengenai referensi buku2 tentang logo bisa dilihat pada daftar pustaka yg saya cantumkan di buku mendesain logo, di halaman2 belakang.

btw trims atas supportnya, ini saya sedang proses penulisan buku tentang font & tipografi, mudah2an dalam tahun ini bisa terbit.

salam suxes!

Makna logo harus diketahui orang banyak?

Bintang Pramudya P P April 4 at 2:02pm
mau tanya pak. logo harus memiliki arti atau filosofi yang mewakili pihak tertentu, makna dari logo itu sendiri apa harus diketahui orang banyak? atau hanya sekedar pemesannya saja yang tau akan arti dari logo tersebut???

Surianto Rustan April 5 at 1:47pm
maknanya tidak perlu semua org tahu. logo kan sbg identitas, seperti nama & wajah manusia. kan ga semua org perlu dijelaskan arti namamu & kenapa wajahmu spt itu. sama persis dgn logo. syarat utama logo cuma: unik. bukan unik = menarik, tapi unik yang berbeda dengan orang lain. itu saja

Surianto Rustan April 5 at 1:47pm
konsepnya balik lagi seperti nama dan wajah manusia

Bintang Pramudya P P April 5 at 1:50pm
hem……makasi, aku coba de πŸ™‚

Pakai warna apa?

Miko Wijayanto February 28 at 1:14pm
pakdhe numpang kasih saran dong..ane dapet tugas buat logo prusahaan spa n private villa bernuansa thailand..enaknya pake warna apa ya..?

Surianto Rustan February 28 at 8:47pm
wah kudu riset dong, coba liat motif2 & ornamen thailand, mereka pake warnanya apa. ato coba ambil dari konsep yg mau dibangun, misal keakraban, kehangatan, ya berarti warnanya yg warm, ato kalo mo ngambil dari bidang usahanya yg menjual ketenangan hidup, mungkin sebaliknya, pake yg cool.
pada akhirnya sih ga ada patokan yg kaku, semua berasal dari konsep yg mau dibangun.

Surianto Rustan February 28 at 8:48pm
coba juga liat2 buku2 color harmony, siapa tau ada yg sesuai dengan tema yg mau dibangun

Miko Wijayanto March 6 at 6:36am
terima kasih atas sarannya!!