3 comments so far

  1. Hamzah on

    hallo pak surianto rustan
    saya hamzah
    sebelumnya saya juga mau ngucapin terima kasih sudah berbagi ilmu (buku layout dasar & penerapannya, mendesain logo dan huruf font tipografi). sebenarnya buku yang seperti ini yang saya butuhkan jadi sedikit banyak saya tau tentang grafis (walaupun baru tau grafis itu apa.🙂 ).
    tapi ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan;
    1. apa desainer grafis harus menguasai juga tentang ilmu percetakan, bukan hanya sekedar membuat desain?
    2. bagaimana supaya hasil yang di cetak, baik buku atau poster atau yang lainnya, sama bagus dengan proses digitalnya?
    3. apakah pak surianto rustan menulis buku tentang proses seperti yang saya tanyakan di atas ?(atau pak surianto rustan punya referensi bukunya agar bisa saya pelajari.

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih, semoga pak surianto rustan bisa menjawab ke galaun saya ini🙂.
    di tunggu buku selanjutnya:)

    • surianto rustan on

      Halo Bung Hamzah, ini saya jawab sejauh pengetahuan saya:
      1. Desainer grafis / desain komunikasi visual (DKV) saat ini sudah menjadi bidang yang sangat luas sejalan dengan kemajuan teknologi. Jadi saat ini ada banyak lagi sub bidang dalam desain grafis, dan masing2 sub itu juga sudah sangat kompleks, misalnya: ada yang mendalami identitas visual (logo, corp. identity, dll), ada yang mengolah komunikasi dan promosi (iklan, dll), ada yang sifatnya editorial (perbukuan, permajalahan, surat kabar, dll), ada yang ke arah media2 baru yang interaktif dan erat kaitannya dengan IT (web, animasi, game, dll), dan banyak lagi.
      Bagi desainer yang pekerjaannya dekat dengan pencetakan di atas kertas, misalnya dalam bidang editorial, maupun yg lainnya, tentunya perlu memahami seluk-beluk pencetakan agar kualitas tetap prima tidak hanya di tahap desainnya, tapi sampai ke hasil produksinya.
      2. desainer perlu memahami ada begitu banyak filter dalam prosesnya bekerja menggunakan teknologi digital jaman sekarang. Setelah melakukan tahapan2 pekerjaan riset, analisa, mencari strategi, brainstorming visual, dll yang sifatnya non komputer, ia kemudian masuk ke tahap penggunaan komputer. dalam tahap ini perlu disadari banyak sekali alat yang mempengaruhi kualitas hasil karya, antara lain: monitornya, vga cardnya, komputernya, softwarenya, proses kalibrasinya, hingga ke tahap produksi ada banyak lagi filter: kalau offset tradisional ada pembuatan film separasi, pelat, tinta cetak, mesin cetak, kertas, dll. jadi dari ujung A hingga Z proses desain hingga produksi banyak sekali filter2 yang mempengaruhi kualitas karya desain tsb. Desainer sebaiknya memahami satu-persatu proses dan filter tersebut, agar tetap konsisten antara desain dan hasil produksinya. setahu saya, beberapa yang paling penting adalah pengkalibrasian antara software dan monitor komputer, sehingga secara visual apa yg terlihat di monitor (screen) sangat mendekati hasil akhir setelah dicetak.
      3. saya belum menulis tentang bidang produksi desain / proses pencetakan tersebut. tapi ada beberapa buku berbahasa Indonesia yang merangkum hal2 itu, antara lain yang saya tau buku2 tulisan Anne Dameira. Ia banyak menulis tentang pencetakan dan warna. mungkin bisa membantu.

      Demikian Bung Hamzah, mudah2an bermanfaat🙂
      Salam suxes!

  2. Hamzah on

    terima kasih atas jawabannya pak surianto rustan, sangat berguna sekali buat saya yang belajar otodidak tentang desain grafis.
    sekali lagi terima kasih atas jawabannya

    salam sukses juga🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: