Julia Perez “Titisan Suzanna”


Julia Perez “Titisan Suzanna”.

Tugas Mata Kuliah Desain dan Kebudayaan

Disusun oleh: Surianto Rustan
NIM: 191110039

Magister Desain Universitas Trisakti 2012

__________

rumah-bekas-kuburan

PENDAHULUAN
Berikut ini adalah cuplikan dari berbagai sumber di tahun 2012 tentang artis Julia Perez menjadi ‘titisan’ almarhumah Suzanna:

Media Indonesia:
Persiapan penayangan film horor Rumah Bekas Kuburan yang dibintangi artis Julia Perez siap ditayangkan ke publik, 2 Februari mendatang. Film yang memuat gambar bugil Jupe–sapaan Julia–itu siap menghangatkan kancah industri perfilman Tanah Air. “Jadi, Februari tayang di bioskop,” ujar manager Jupe, Mario saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Kamis (26/1) sore. Jupe rela melakoni berbagai ritual mistis demi menghayati peran tersebut. Sederet ritual, yaitu semedi, makan bunga melati, menabur sesajen, hingga mandi di Pantai Selatan.
Clift Sangra, mantan aktor laga dan suami Ratu Film Horor Suzanna van Osch, mengaku lega karena telah menjalankan amanat yang disampaikan sang istri sebelum meninggal pada 2008. Amanat itu adalah mencarikan seorang perempuan untuk dijadikan titisan Suzanna. Clift patut merasa lega karena dia telah menemukan titisan Suzanna dalam diri aktris Julia Perez alias Jupe (31). Jupe dinyatakan resmi jadi titisan sang Ratu Film Horor pada Sabtu (11/2) malam setelah melakukan ritual terakhir dari sembilan ritual yang diwajibkan Clift.”

Kapanlagi.com:
Keseriusan Julia Perez untuk bemain di film horor semakin besar. Bahkan, Jupe rela terbang ke Magelang hanya untuk meminta restu dari Suzanna yang sudah tiada tersebut. Selain itu, Jupe meyakini bahwa dirinya akan terjun total di dunia peran, terutama film horor, karena dia percaya bahwa ada panggilan untuk melakoni peran-peran tersebut. Maka dari itu, dia berharap bahwa almarhumah Suzanna yang dijuluki Ratu Horor itu akan berkenan jika posisinya “digantikan” oleh Jupe.
Setelah berganti baju, Julia Perez mengunjungi kamar 308 di Inna Samudra Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, Sukabumi diyakini sebagai tempat persinggahan Kanjeng Ratu Kidul.. Selesai dari kamar 308, ketika langit sudah gelap, Jupe berjalan kaki membawa sesajen tumpeng menuju tempat berendam. Didampingi oleh Clift Sangra dan pendamping supranatural, Jupe melepas sesaji di sungai muara laut yang berjarak 300 meter dari hotel. Ditutup kain batik panjang, Jupe melepas atribut dan perhiasan, kemudian berendam… Jupe sendiri mengaku takut dihujat (oleh masyarakat), namun dia yakin pada dirinya sendiri bahwa apapun yang ia mohon dengan doa adalah kepada Allah saja.”

Tribunnews.com:
Setelah diresmikan menjadi ‘titisan’ Suzanna nanti, Julia Perez (Jupe) akan memfokuskan diri bermain di film-film horor. “Sebetulnya aku menyukai film drama, komedi, dan horor. Tapi aku rasa yang orang paling suka dari aku adalah ketika aku main film horor. Jadi buat aku ini pintu rezeki. Jadi, ya, sepertinya akan lebih fokus ke film horor,” katanya.

Fenomena yang menarik ini sangat mencerminkan ciri khas budaya populer, juga tak dapat dikesampingkan kandungan aspek lainnya, seperti: pencitraan, fetisisme, ideologi, dan berbagai perangkat pos-realitas.
Dalam pengkajian ini tidak melihat ‘desain’ sebagai artefak visual secara sempit seperti pada desain grafis (poster, iklan, dan semacamnya) atau seni murni (lukisan, sketsa, dan lainnya), namun sebagai sebuah proses pencitraan, dimana terjadi kumulasi dari berbagai atribut tangible / fisik maupun intangible / non-fisik. untuk menciptakan value > Branding.

__________

PEMBAHASAN

Skenario pencitraan ini sarat dengan kode-kode pos-modern.
Akan menjadi lebih jelas apabila dikaji satu-persatu:

Ritual yang dijalankan dan diliput oleh berbagai media bertujuan untuk menciptakan buzz, yaitu rumour yang beredar di masyarakat tentang sebuah brand , dalam hal ini pihak investor film, manager Jupe, Jupe sendiri dan pihak-pihak lain yang mencari keuntungan dari sini mengharapkan di masyarakat terjadi ‘demam’ Jupe, dan pada akhirnya tertarik, dan menonton film yang dibintanginya. Ritual tersebut menjadi semacam ‘teaser’.

Proses ritual sebagai sebuah informasi yang banal ini direpresentasikan dan disebarluaskan melalui media massa (stasiun TV, tabloid, majalah, internet, dan lain-lain) yang ditujukan kepada masyarakat massa, yaitu masyarakat yang telah berpaling pada standar moralitas palsu dan sangat rentan terhadap media massa dan budaya populer.

Clift Sangra mengaku ini amanat dari Almarhumah istrinya, Suzanna, untuk mencari pengganti posisinya sebagai Ratu Film Horor. Kesembilan ritual itu diwajibkan oleh Clift. Bahkan seorang suami tega menjadikan istrinya yang sudah almarhumah menjadi sebuah produk santapan media massa, dan ia juga merancang ‘kewajiban ritual’ bagi Jupe untuk mendapat predikat ‘titisan resmi’ (yang juga dikarangnya sendiri). Ini adalah kegiatan memutus rantai dari kode mapan dan membongkar batas-batas moral / amoral > Dekonstruksi.

Benar dan tidaknya Suzanna memberikan amanat serta dari mana asal-muasal metode ritual yang digunakan oleh Clift tidak diketahui secara pasti. Semua ini adalah pos-informasi, ketidakpastian dan chaos informasi, dimana kesemuan lebih nyata daripada kenyataan, isu lebih dipercaya ketimbang informasi.

Jupe meminta restu kepada Almarhumah Suzanna, ia merasa ini panggilan hidupnya (Jupe), dan berharap Suzanna (yang sudah meninggal dunia) berkenan digantikan posisinya. Interaksi ini merupakan persilangan dialogis antara satu teks dengan teks lainnya di dalam rentang waktu sejarah. Hal ini menciptakan kode ganda (double coding): hibrid, eklektik > Intertekstualitas.

Jupe takut dihujat, namun ia tetap yakin dan berdoa kepada Allah saja. Di sini terjadi chaos terhadap realitas, dengan mencampur-adukkan keberpihakan kepada Allah yang sama porsinya dengan keberpihakan kepada ritual-ritual yang tidak jelas > noise, information disturbance, cultural schizophrenia.

Menurut Jupe, orang menyukai kalau Jupe main dalam film horor, jadi baginya ini adalah pintu rejeki. Disini jelas mengungkapkan bahwa kapital-lah yang menggerakkan seluruh skenario ini. Jupe dan pihak-pihak lain yang mendulang rejeki dari pekerjaan ini memanfaatkan momentum di tengah dunia perfilman Indonesia yang sedang marak dengan film-film bertema hantu.

__________

PENUTUP

Kesembilan ritual yang dilakukan Jupe merupakan fetisisme yang masih banyak dipraktekkan oleh masyarakat Indonesia (target audience film dan target branding Jupe) sebagai ideologi yang bersifat false conscious. (Fetisisme dilakukan terhadap objek material atau tempat yang dianggap sebagai manifestasi entitas spiritual dan dapat menghasilkan kekuatan tertentu.)

Fetisisme antropologi yang dilakukan Jupe tujuannya tidak lain adalah breast-feeding fans-fans-nya dan masyarakat agar makin fetis juga terhadap dirinya, padahal selama ini Jupe telah meneteki mereka dengan eksploitasi keindahan tubuh, suara, perilaku dan konsep-konsep seksual yang dibentuknya. Tapi kali ini usaha tersebut dibuat sedikit lebih kreatif dengan menahbiskan diri sendiri sebagai ‘Ratu Film Horor’ masa kini, melalui prosesi penahbisan yang terkesan real dan ‘resmi’.

Keseluruhan pencitraan ini secara epistemologis telah lenyap batas-batasnya, antara benar/salah, asli/palsu, informasi/disinformasi, knowledge/pseudo. Jupe, Clift, dan semua pihak yang telah bekerjasama membanting-tulang dalam skenario ini telah menjadi pemain aktif dalam politik citra yang berputar-putar di antara dunia ideologi dan duna tanda sebagai playground mereka untuk meraih tujuan, yaitu mengumpulkan kapital sebanyak-banyaknya.

_________

DAFTAR PUSTAKA

B. Wiryawan, Mendiola, Kamus Brand, Jakarta: Red & White Publishing, 2008.

Baudrillard, Jean, Levin, Charles, For a Critique of The Political Economy of The Sign, Missoury: Telos Press Ltd., 1981.

Butler, Christopher, Postmodernism: A Very Short Introduction, Oxford: Oxford University Press, 2003.

Eco, Umberto, Travels in Hyper Reality, Massachusetts: Harcourt, 1986.

Fiske, John, Understanding Popular Culture 2nd edition, Oxon: Routledge, 2010.

Interbrand, The Brand Glossary, New York: Palgrave Macmillan, 2007.

Kristeva, Julia, Desire in Language: a Semiotic Approace to Literature and Art
(New York: Columbia UniversityPress, 1980).

Powell, Jim, Deconstruction For Beginners, Connecticut: For Beginners, 2008.

http://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/serius-main-horor-jupe-minta-restu-suzanna.html

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/26/294202/65/10/-Jupe-Rela-Lakoni-Ritual-Mistis

http://www.santaisejenak.com/cerita-rakyat/ritual-topo-rendem-jupe-dengan-pakaian-nyi-roro-kidul/

http://www.tribunnews.com/2012/02/05/resmi-jadi-titisan-suzana-julia-perez-fokus-main-film-horor

http://www.wartakotalive.com/detil/berita/73205/Jupe-Menjilat-Parang-yang-Membara

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: